Print this page

Peran Guru dalam Proses Pembelajaran

Sebelum membahas mengenai peran guru dalam proses pembelajaran, kita akan membahas pengertian dari guru itu sendiri. Menurut Hadari Nawawi, guru diartikan kedalam dua sisi. Yaitu pengertian guru secara sempit ialah ia yang berkewajiban mewujudkan program kelas (kurikulum), yakni orang yang kerjaannya mengajar dan memberikan pelajaran didalam kelas. Sedangkan pengertian guru secara luas ialah orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang ikut bertanggung jawab dalam membantu anak-anak dalam mencapai kedewasaannya masing-masing.

 

Peran Guru dalam proses kemajuan pendidikan sangatlah penting. Guru merupakan salah satu faktor utama bagi terciptanya generasi penerus bangsa yang berkualitas, tidak hanya dari sisi itelektulitas saja melainkan juga dari tata cara berperilaku dalam masyarakat. Oleh karena itu tugas yang diemban guru tidaklah mudah.

Menurut Sanjaya (2006 : 21) peran guru dalam proses pembelajaran ada tujuh yakni :

1. Guru sebagai sumber belajar
Peran guru sebagai sumber belajar berkaitan dengan kemampuan guru dalam menguasai materi pelajaran. Sehingga ketika siswa bertanya, dengan sigap dan cepat tanggap, guru akan dapat lansung menjawabnya dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh siswanya.

2. Guru sebagai Fasilitator
Peran guru sebagai fasilitator dalam memberikan pelayanan kepada siswa untuk dapat memudahkan siswa menerima materi pelajaran. Sehingga pembelajaran menjadi efektif dan efisien.

3. Guru sebagai pengelola
Dalam proses pembelajaran, guru berperan untuk memegang kendali penuh atas iklim dalam suasana pembelajaran. Diibaratkan seperti seorang nakhoda yang memegang setir kemudi kapal, yang membawa jalannya kapal ke jalan yang aman dan nyaman. Guru haruslah menciptakan suasanya kelas yang nyaman dan kondusif. Sehingga siswa dapat menerima pembelajaran dengan nyaman.

4. Guru sebagai demonstrator
Berperan sebagai demonstrator maksudnya disini bukanlah turun ke jalan untuk berdemo. Namun yang dimaksudkan disini adalah guru itu sebagai sosok yang berperan untuk menunjukkan sikap-sikap yang akan menginspirasi siswa untuk melakukan hal yang sama, bahkan lebih baik.

5. Guru sebagai pembimbing
Perannya sebagai seorang pembimbing, guru diminta untuk dapat mengarahkan kepada siswa untuk menjadi seperti yang diinginkannya. Namun tentunya, haruslah guru membimbing dan mengarahkan untuk dapat mencapai cita-cita dan impian siswa tersebut.

6. Guru sebagai motivator
Proses pembelajaran akan berhasil jika siswa memiliki motivasi disalam dirinya. Olehkarena itu, guru juga berperan penting dalam menumbuhkan motivasi dan semangat dalam diri siswa untuk belajar.

7. Guru sebagai elevator
Setelah melakukan proses pembelajaran, guru haruslah mengevaluasi semua hasil yang telah dilakukan selama proses pembelajaran. Evaluasi ini tidak hanya mengevaluasi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Namun juga sebagai evaluasi keberhasilan guru melaksanakan kegiatan pembelajaran yang telah dirancang.

Begitu banyak peran yang harus diemban oleh seorang guru. Peran yang begitu berat dipikul di pundak guru. Sehingga perlu kemampuan khusus untuk menjadi seorang guru.

Begitu juga di PRIVAT BANDUNG, tidak semua orang dapat menjadi guru les privat dengan mudah. Ada tahapan-tahapan seleksi ketat yang harus dilalui oleh calon guru untuk bisa menjadi guru les privat di PRIVAT BANDUNG. Mulai dari seleksi administrasi, tes tulis, wawancara, serta tes microteaching. Hanya sekitar 10% saja dari total pelamar yang lolos menjadi guru les privat.

Lingkungan kerja juga kami design agar guru les privat selalu berprestasi dan bekerja maksimal seperti ada program reward dan punishment, hingga program upgrading guru.

Hal ini dilakukan agar menjaga kualitas dari guru-guru les privat kami sehingga diharapkan dapat menjalankan fungsi dan peran dari seorang guru.

Last modified on Sunday, 06 August 2017 16:10